Kangen Ibu
kangen ibu. kapan pulang ke rumah? kenapa tak pernah sms lagi? aku yang bodoh mungkin, karena kadang terlalu marah padamu. terlalu pedih hingga tak tahu kata apa yang layak kuberikan padamu.
tapi aku iri melihat anak remaja berjalan bersama ibunya. belanja bersama. mengecat kuku bersama. aku iri. mendengar temanku menelepon ibunya. bercerita bahwa dia sekarang punya pacar. kapan aku bisa bercerita sakitnya hatiku ketika bertengkar dengan pacarku, atau senangnya hatiku ketika ia mengajakku menikah?
kapan pulang, ibu? kapan mengelus kepalaku lagi? kapan kita bertengkar hebat, saling mendiamkan, lalu mengakhirinya dengan hangat masakan yang kita masak bersama?
dimana kau sekarang, ibu? aku kangen…
aku marah padamu, ibu. benar. tapi aku masih percaya, surga ada di telapak kakimu.
ibu? satu kalimat yang paling sulit kuucapkan. aku sayang padamu.
Filed under Uncategorized |3 Responses to “Kangen Ibu”
Leave a Reply
Aku juga lagi kangen ma emakku
kangen ma keponakan2ku yang baru lahir…
kangen sama pengapnya kamarku dulu..
dan sangat kangen dengan masakan rumah
Akut
Hooh mas. Kangen banget. Kangen guling jelek. Selimut yang gak mau dicuci. Glundhungan bertiga ama adek2 di kasur depan tipi. Masak bareng. Ke sawah rame-rame.
Hiks. Sudah sudah nangisnya. Ayo skripsinya dikerjain lagi…
???? ???? ??????????? ???????. ??????????? ?????? ??? ???? ?? ???????? ?????? ???????????. ?????, ?????????? ?????????? ?? ????. ?????? ?? ?????? ?????????????? ? ?????????? ???????????, ???????? ????? ???????????.